Kapolri: Rumah SBY Sasaran Teroris
Sabtu, 08-Agustus-2009, 19:15:54 Klik: 103 Kirim-kirim Print version
bekerja cukup di rumah saja
Jakarta, Kominfo Newsroom -- Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri menyatakan, rumah kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi sasaran teroris untuk diledakkan.
''S asarannya rumah Presiden dan ini sebuah fakta yuridis. Mohon dipantau nanti di persidangan, silakan untuk diikuti, kata Kapolri di Mabes Polri kepada para wartawan, Sabtu (8/8) sore.
Ia mengatakan hal itu terkait dengan penemuan rumah di Kompleks Puri Nusapala, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, yang dijadikan tempat persembunyian jaringan teroris dan tempat penyimpanan bahan peledak.
Menurut dia, sasaran rumah Presiden itu diperoleh berdasarkan keterangan para tersangka yang ditangkap sebelumnya, serta bukti-bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.
''Lokasi itu hanya 12 menit dari Cikeas dan rencananya aksi terorisme akan dilaksanakan dua minggu sejak tanggal 1 Agustus 2009,'' katanya.
Kapolri menambahkan, seorang tersangka bernama Amir Ibrahim telah memberikan pengakuan secara yuridis tentang rencana itu. ''Pengakuan itu bisa didengarkan nanti di persidangan Amir Ibrahim.''
Bambang Hendarso mengatakan, Kepolisian RI dapat menggagalkan rencana itu karena adanya upaya keras dari anggota yang bertugas di lapangan sehingga peledakan itu tidak jadi dilaksanakan.
''Sebagai bangsa yang besar tentunya hal itu tidak boleh terjadi, kita bisa mencegah dan menindak mereka yang menciderai rasa kebangsaan. Polri ketika menggerebek rumah itu Sabtu pagi terpaksa menembak mati dua tersangka yakni Air Setiawan dan Eko Joko karena hendak melempar bom ke arah petugas,'' katanya.
Di lokasi itu, Polisi menemukan bahan peledak dan satu mobil yang telah diisi dengan bom rakitan siap ledak. Mobil itu ternyata didatangkan dari Solo, Jawa tengah, dan telah dirancang sebagai sarana bom bunuh diri.
Namun sayangnya para tersangka yang berada di Solo telah lebih dahulu kabur sebelum polisi menangkap mereka setelah mendengar penyergapan tersangka lain di Temanggung dan Bekasi.
Kapolri pada kesempatan itu menyatakan rasa bangganya terhadap anak buahnya yang telah bekerja tanpa kenal lelah hingga dapat mengungkap kasus terorisme itu termasuk mencegah serangan berikutnya.
''Mereka telah bekerja dari Jumat (7/8) malam dan hingga Sabtu (8/8) ini dan belum bisa pulang karena masih melanjutkan tugas-tugas berikutnya,'' katanya.
Bambang Hendarso juga mengungkapkan, ada seorang Kombes yang nekad keluar dari rumah sakit di Pondok Indah karena panggilan tugas untuk memburu tersangka terorisme padahal dia sedang menjalani perawatan pasca operasi.
Kombes yang tidak disebutkan identitasnya itu dan dalam masa pemu;ihan itu, mencabut infusnya sendiri lalu pergi bergabung bersama anggota-anggota lainnya di lapangan.
Kapolri juga menjelaskan adanya seorang perwira berpangkat Kompol yang dilarikan ke rumah sakit di Solo karena jatuh sakit akibat kelelahan. Setelah dinyatakan pulih, ia segera keluar dari rumah sakit dan ikut bergabung dengan anggota polisi lainnya.(Antara News/id)
Sabtu, 15 Agustus 2009
RuMah sby sA2RaN TeroRiS
Diposting oleh Noeroel_cute di 22.00
Label: bERItA tErbARU
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar